Mr Warsito House, Yogyakarta, Indonesia

Tiga Masa Bangunan, Tiga Zonasi Privasi, Tiga Nyawa

Project Type : House
Architect : Mario Andreti ST
Client/Owner : Mr. Warsito
Location : Yogyakarta, Indonesia
Status : Underconstruction
Expected Completition : 2009


Pada awalnya saya bertemu dengan pak Warsito melalui pak Agung, pemilik rumah House of Shallom. Pak Warsito senang dengan konsep rumah yang saya buat pada rumah pak Agung. Dan setelah beberapa kali melihat site serta diskusi langsung dengan pak Warsito beserta istri, didapatlah sebuah konsep yang jujur baru saya terapkan. Konsep yang paling terlihat dari desain ini adalah saya mencoba membagi rumah ini menjadi 3 area. Pertama Area Muka yaitu bangunan dengan fungsi ruang tamu dan garasi, kedua area servis dan ruang bersama, yaitu sebuah bangunan yang terdiri dari fungsi ruang keluarga, ruang tivi, dapur, kamar tidur pembantu serta kamar tidur tamu, dan yang ketiga adalah area privat kamar tidur keluarga yang terdiri dari kamar tidur utama, dan kamar tidur anak. Tanah pada lokasi ini bentuknya memanjang dengan lebar 9 Meter dan memanjang ke belakang hingga 38 meter.





Diantara ketiga area bangunan ini saya berikan taman sebagai media perantaranya. Harapan saya area hijau yang cukup besar menjadi identitas dari rumah ini sehingga selain berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya serta sirkulasi udara alami yang baik, taman ini juga sebagai salah satu bagian dari terciptanya suasana dan pengalman ruang yang saya harapkan. Saat ini dlama tiap karya saya taman bisa menajdi sesuatu yang sangat krusial, tidak bisa tidak dibiarkan dan membutuhkan alokasi waktu untuk membuatnya tidak sekedar sebagai elemen pendukung, namun juga menajdi point utama dalam sebuah desain secara keseluruhan. Baik itu berupa hamparan rumput, tanamna-tanaman maupun kolam.











Pada bagian depan saya terdapat carport dengan material grass block, sehingga kesan hijau masih dapat dipertahankan, lalu terdapat sebuah bangunan dengan fungsi garasi dan ruang tamu. Konsep ruang tamu ini sangat unik, saya mencoba membuatnya tidak seperti runag tamu kebanyakan dimana didesain sebagai ruang tempat "pamer" bagi sang pemilik rumah, tapi saya lebih mengajak ruang tamu ini sekedar sebagai tempat bertemu tamu, mengobrol, dengan penuh kesederhanaan, sehingga ruang tamu ini hanya memeiliki pintu didepan, namun pada bagian belakang terbuka. Sehingga jika saat pintu depan dibuka maka akan terlihat seperti sebuah pendopo. Selain itu ruang tamu ini memiliki pintu besar ke garasi, sehingga jika nanti dibutuhkan untuk acara pengajian atau acara keluarga yang membutuhkan space/ruang yang besar, maka tinggal membuka pintu penghubung ini, maka garasi, ruang tamu, dan carport menjadi sebuah ruang kesatuan tanpa sekat. Masa bangunan ini memiliki atap datar dengan media rumput pada bagian atapnya, sehingga tidak menghalangi view ke bangunan di belakangnya dan dapat memberi view yang bagus dari bangunan 2 lantai dibelakangnya.


















Dibelakang ruang tamu terdapat masa bangunan yang berfungsi sebagai servis area dan ruang bersama. Terdapat ruang-ruang berasama seperti ruang keluarga, dapur, ruang makan, perpustakaan dan kamar tidur tamu pada sisi kanan bangunan pada sisi bangunan kiri terdapat servis area seperti kamar pembantu, gudnag, ruang cuci, dan ruang jemur. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai dengan pemaksimalan view ke arah depan dan belakang bangunan. Masa bangunan ini diharapkan menjadi tempat keluarga ini banyak menghabiskan waktunya, termasuk jika mereka memiliki tamu yang menginap, ruang ini diharapkan menajdi tempat mereka bercengkrama dengan tamunya. Selain itu pemilihan letak servis area senagja disembunyikan agar tidak terlalu terekspose dari luar. Posisi peletakkan masa bangunan 2 lantai ini juga dipertimbangkan untuk sejajar dengan posisi bangunan tetangga yang memiliki bangunan 2 lantai juga, diharapakna dengan posisi yang sejajar ini, rumah tetangga tersebut tidak terekspose dari ruang-ruang terbuka di dalam rumah pak Warsito ini.










Pada bagian paling belakang terdapat masa bangunan yang berfungsi sebagai ruang privat dari rumah ini yaitu kamar tidur keluarga yang terdiri dari kamar tidur utama dan 2 buah kamar tidur anak. Bangunan ini sengaja dibuat terpisah agar aktifitas keluarga saat beristirahat tidak terekspose dan juga menjaga zona nyaman tersebut. Pada kamar tidur anak terdapat hanya sebuah kamar mandi dengan 2 pintu ke masing-masing kamar tidur anak. Sedangkan pada kamar mandi utama cukup nyaman dengan bathtub, dan view ke taman diluar. Bangunan ini dikelilingi kolam sehingga seolah-olah berada diatas air. Hal ini saya buat karena dibelakang rumah ini terdapat jalur irigasi sehingga mencoba memanfaat jalur air yang lewat untuk masuk ke dalma rumah dan mengairi kolam utama ini. dengan ruang perantara berupa decking kayu yang berada diatas air.










Selain itu pada rumah ini juga akan diletakkan sebuah gazebo yang bisa difungsikan secara fleksibel baik berupa musholla maupun tempat keluarga ini bercengkrama sambil menikmati taman yang berada di rumah ini sambil menikmati suasana luar ruangan yang tidak membosankan. Pada bagian smaping gazebo juga akan dibuatkan tempat wudhu.







TETAP FOKUS, KONSISTEN, DAN SUKSES SELALU

Stay focused, consistent, and always successful.

5 comments:

TiQi Bo said...

Hei Jo,
sori kalo lagi2 mengkritik... hehe...
Aku liat, di eksisting, lahan masih berupa kebun, dan keliatannya ada pepohonan juga.
Apakah kalo udah terbangun, pepohonan itu lantas tergusur, Jo? Karena aku ngeliat di image yang kamu bikin, kesannya 'bersih'.
Masih ada beberapa pertanyaan lagi sih, tapi, yang ini dulu deh...

Salam lulusan Arsitektur,
TQ

Mario or Marjo Architect & Partners said...

Hi Tiqi, apa kabar bu?
Sebenarnya kondisi eksisting saat ini lebih tepat sebagai tanah kosong penuh semak belukar dan beberapa pohon rambutan. Itupun tidak banyak, hanya jika dilihat dari poto eksisting yang saya upload disini pohon-pohon itu sebagaian besar berada di wilayah tanah tetangga yang kebetulan jg tanah kosong dan belum dibangun.

Sebenarnya ada satu pohon rambutan yang saya pertahankan sisanya pohon rambutan juga namun ukurannya belum terlalu besar mungkin akan saya pindahkan. Hal ini mengingat kondisi lahan tidak terlalu cukup luas untuk menaungi seluruh luasan fungsi bangunan sehingga konsekuensi dari keinginan saya untuk memaksimalkan fungsi bangunan serta ruang hijaunya mengakibatkan beberapa pohon saya seleksi kembali. Dengan asumsi jika beberapa pohon tersebut masih mungkin untuk dipindah tempatkan, maka saya pindahkan.

Sementara biasanya kami selalu mengarahkan untuk memaksimalkan ruang hijau pada desain rumah dengan berbagai jenis vegetasi, namun kita juga harus menyesuaikan dengan selera Klien, dimana Klien biasanya memiliki selera yang berbeda-beda terhadap taman, ada yang suka kesan liar, ada yang rapi, atau bahkan minimalis yang tidak terlalu ramai tanaman kecil.
Mungkin ini jawaban saya dari pertanyaan bu Tiqi. Terima kasih atas comentnya. Sukses selalu.


Mario Andreti

Alrezamittariq said...

mantep jo....

Mario Andreti Architect said...

Terima kasih pak Reza atas kunjungannya. Sukses selalu ya pak.

Anonymous said...

mas mario...
saya mahasiswi arsitektur,
kebetulan saya ada tugas untuk mata kul arsitektur ekologi.
saya lihat proyek mas untuk rumah pak warsito ini sepertinya sesuai dengan tugas mata kul saya ini,,
kira2 saya bisa dapat data yg lebih lengkap lg g mas mengenai rumah pak warsito ini,seperti aspek2 analisisnya mulai dari aspek perancangan tapak, aspek perancangan bangunan, aspek perancangan utilitas, dan fitur bangunannya.
terima kasih banyak atas bantuannya y mas.

e9hie_niezz@yahoo.com